Senin, 26 Desember 2011

DASAR-DASAR PEMETAAN TOPOGRAFI (part 1)


I.         DASAR-DASAR PEMETAAN TOPOGRAFI


Ruang lingkup pemetaan topografi dari pengertian tekniknya cukup rumit dan penerapannya tidak sederhana apa yang ingin dicapai yaitu memindahkan sebagai atau seluruh bentuk muka bumi yang diperlukan keatas selembar kertas yang dinamakan dengan peta, serta proses keseluruhan kegiatan pelaksanaannya disebut sebagai pemetaan. Diperlukan pemahaman pengetahuan ilmu ukur tanah dalam hal teknik pengukuran dan pemakaian peralatan optis untuk mengerti ilmu pemetaan topografi.

I.1.    Bentuk Muka Bumi


Permukaan bumi adalah suatu bulatan yang berarti melihat dan menggambarkan permukaan dalam bentuk bidang garis yang disebut ruang tiga (3) dimensi, sehingga dibutuhkan metode transformasi titik-titik pengukuran yang dapat dinyatakan dalam sistem salib sumbu tiga (3) dimensi pula.
Transformasi sistem koordinasi siku-siku ruang (X,Y,Z) yang paling tepat digunakan dalam hal ini, karena (X,Y) mewakili arah horizontal (datar) muka bumi pada titik pengukuran dan (Z) mewakili tinggi atau arah vertikal (tegak) terhadap titik referensi (titik nol) tinggi yang telah disepakati terlebih dahulu.

Gambar Sistem Transformasi Koordinat


 
Metode lainnya dengan memakai sistem koordinat geografi (L,B,h), dimana L (Lintang) dan B (Bujur) mewakili arah horizontal dengan lintang mewakili arah Utara/Selatan dan Bujur terhadap arah Barat/Timur. Sedangkan h (tinggi) mewakili arah vertikal dititik referensi yang telah di ketahui koordinatnya sebagai titik nol.
Permukaan bumi diklasifikasikan berdasarkan keadaan reliefnya di kategorikan menjadi tiga (3) jenis yaitu :
a.    Datar, yang hampir tidak terdapat perbedaan tinggi
b.    Bukit, terdapat perbedaan tinggi (15-30 meter)
c.    Gunung, diatas 30 meter
Apabila di kaitkan dengan gaya-gaya eksogen dan endogen yang dapat mempengaruhi massa yang dimiliki oleh ketiga (3) jenis permukaan bumi maka dapat di mengerti tidak tetap muka bumi yang berubah-ubah karena proses pelapukan berjalan dari waktu-waktu akibat hubungan antara bumi dan atmosfir.

I.2.    Ruang Lingkup Pemetaan


Proses pembuatan peta ada tiga (3) tahap utama yang harus di lakukan yaitu : Tahap pengukuran pengolahan dan penggambaran. Pelaksanaannya ketiga tahapan ini tidak perlu di risaukan lagi seiring dengan kemajuan teknologi dalam bidang peralatan ukur optis, sebab pada saat ini sudah banyak alat ukur yang dapat mengukur dan mengolah data hasil pengukuran dan dapat ditindak lanjuti penggambaran dengan menggunakan Personal Computer (PC) yang dilengkapi dengan program (Software) untuk menggambar hasil pengukuran tersebut
Untuk maksud tersebut, maka batasan yang di pakai adalah luas dari daerah yang dipetakan dan bidang referensi hitungan yang di pilih adalah ellipsoid (Spheroid), bola atau bidang datar.
a.    Bila luas daerah yang dipetakan lebih besar dari 5500 km persegi, maka ellipsoid dapat dipakai sebagai bidang referensi hitungan. Indonesia Datum 1981 (ID81) memiliki ellipsoid untuk a (setengah sumbu panjang).
= 6.377.397 meter dan b (setengah sumbu pendek)
= 6.356 078 meter
b.    Bila luas daerah pengukuran memiliki ukuran panjang maksimal sebesar 100 km persegi, maka bidang referensinya adalah bola.
c.    Daerah yang lebih kecil dimana pengukuran panjang terbesar tidak lebih dari 55 km persegi maka bidang referensinya adalah bidang datar.

I.3.    Panyajian Data


Pada tahap penggambaran ada 3 (tiga) hal yang harus di perhatikan yaitu Sistem Proyeksi, Skala dan Simbol.
Ø  Sistem proyeksi di sarankan memakai titik referensi yang sudah diterbitkan oleh bakosurtanal dan disesuaikan dengan titik referensi pengukuran.
Ø  Skala yang digunakan harus diperhatikan dan disesuaikan dengan kebutuhan mengingat kesalahan dalam penggambaran dapat terjadi misalnya untuk skala 1:1000 bila digambarkan konturnya dengan pena/rotring 0,1 mm Akan terjadi kesalahan sebesar 10 cm bila proses penggambaran tidak tepat.
Ø  Simbol harus dipisahkan mana simbol kualitatif yang menyatakan bentuk dan simbol kuantitatif yang menyatakan bidangnya atau huruf.

II.      DASAR-DASAR ILMU UKUR TANAH


Pada pemetaan topografi defenisi dan notasi disesuaikan dengan teknik pengukuran yang sering di gunakan pada pengukuran tanah dan pemetaan serta teknik hitungan.

II.1.    Defenisi dan Notasi

a.    Panjang (d)
Adalah jarak terpendek yang menghubungkan dua (2) buah titik sesuai dengan permukaan tempat kedua titik tersebut terletak. Satuan yang berlaku adalah satuan panjang Internasional (Si), yaitu dengan meter (m) sebagai satuan utamanya.
b.    Luas (area)
Adalah besaran suatu daerah pengukuran dalam dua (2) dimensi diatas permukaan tanah, dan mempunyai satuan dasar hektar (HA).
c.    Sudut (s)
Adalah selisih dua buah arah dari suatu titik sudut permukaan, dan mempunyai satuan sebagai berikut :
Satuan derajat dengan pecahannya menit dan detik
Dimana :1 derajat adalah 60 menit dan 1 menit adalah   60 detik

Gambar Sudut Mendatar dan Tegak

 
 
Satuan grid (g) dengan pecahannya centi grid (cg) dan centicenti grid (cc). Dimana: 1 grid (g) adalah 100 centigrid (cg), dan 1 cg adalah 100 centi-centigrid (cc).
Satuan radial dengan dinyatakan dalam derajat, menit, dan detik radial. Dimana :1 derajat radial                                                          = 57.295779 derajat
= 3437.7467 menit, dan
= 206264.8 detik
d.    Sistem Koordinat
Sistem koordinat siku-siku mengandung unsur absis yang bergerak sepanjang sumbu X dan unsur ordinat yang bergerak sepanjang sumbu Y, dan sistem koordinat polar dinyatakan dengan sudut jurusan dan jarak dari dua (2) buah titik.
 
e.    Titik
Tempat kedudukan suatu titik dapat dinyatakan dengan berbagai cara, khususnya untuk bidang dua (2) dimensi digambarkan dalam sistem koordinat yang berlaku.
f.     Sudut Jurusan (a)
Adalah selisih dua arah antara arah Utara dengan arah terhadap titik lainnya dari tempat pengamatan.

Gambar Sudut Jurusan
 
 
g.    Beda Tinggi (h)
Adalah jarak dua buah bidang ekwipotensial tempat kedua titik tersebut terletak dan sepanjang garis gaya gravitasi yang melalui salah satu titik tersebut.

Gambar Beda Tinggi
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar